Peringatan HUT 50 Tahun Emas Peradin

PERADIN didirikan di Surakarta telah berusia “50 TAHUN EMAS” pada “Periode Pertama Masa Lalu” (tanggal 30 Agustus 1964 sampai dengan 30 Agustus 2014). Berdirinya organisasi advokat di Indonesia sebagai organisasi perjuangan penegakan hukum, pengayoman dan perlindungan Hak Asasi Manusia yang telah mencatat sebagai tonggak sejarah yang tidak dipungkiri dari kenyataan sesuai dengan fakta-faktanya.

Read More…

Menjelang Seabad Peradin

PERADIN kini telah berusia 50 Tahun, setengah Abad. Sepanjang perjalanannya sejak berdirinya 30 Agustus 1964, PERADIN telah banyak mendapat/menghadapi berbagai “tantangan” sebagai Organisasi Advokat perjuangan. “Kekuasaaan” dan Pemerintah termasuk “tantangan” berat. Kesewenang-wenangan ini selalu muncul manakala PERADIN berjuang untuk penegakan hukum

Read More....

Masa Depan Peradin

Menyikapi perubahan Undang-Undang Organisasi Kemasyarakat Nomor 8 Tahun 1985 maka PERADIN mengharuskan penyesuaian mandatory Undang-undang Organisasi Kemasyarakatan Nomor 17 Tahun 2013 yaitu “Organisasi Kemasyarakatan dapat berbentuk badan hukum dan tidak berbadan hukum; Ormas yang berbadan hukum dapat berbasis anggota dan tidak berbasiskan anggota; Ormas berbadan hukum dapat berbentuk perkumpulan atau yayasan; Ormas berbadan hukum perkumpulan

Read More…

Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Forum Organisasi Advokat Indonesia (FOAI) dengan Komisi III DPR RI

Rabu, 12 November 2014, Forum Organisasi Advokat Indonesia disingkat FOAI, berkesempatan melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi III DPR RI. Bertempat di Ruang Komisi III, FOAI yang diwakili Advokat Ropaun Rambe (Peradin), Advokat Halim Yeverson, SH (Posbakumadin), Advokat R. Esther Estrelita, SH (Pawin) dan Advokat Faizal Abidin Mangaweang, SH (Geradin) menyampaikan pendapat dan gagasan tentang adanya diskriminasi hukum advokat di Indonesia. FOAI menilai ada kesenjangan dan ketidakadilan di kalangan advokat ketika akan melakukan pembelaan hukum.

Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara FOAI dan Komisi III DPR RI berlangsung hampir 2 jam mulai pukul 13.00 - 15.00 WIB. Suasananya sangat kondusif. Komisi III menerima pengaduan terkait adanya diskriminasi hukum advokat tersebut.

FOAI selaku forum dari beberapa organisasi advokat memang bertekad untuk senantiasa memperjuangkan kebenaran dan keadilan termasuk untuk kalangan advokat. Karena tak bisa dipungkiri bahwa selama ini para advokat ada yang mendapatkan perlakuan diskriminatif ketika melakukan tugasnya.

Rapat Pimpinan Nasional Peradin

Peradin menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada Jum'at, 29 Agustus 2014 dan berlangsung di Kantor Pusat DPP Peradin Jl. Daan Mogot No.19 C Grogol Jakarta Barat. Pelaksanaan rapat ini juga dalam rangka menyambut peringatan HUT 50 Tahun Emas Peradin yang jatuh pada keesokan harinya yakni Sabtu 30 Agustus 2014.

Rapimnas Peradin 2014 ini diikuti oleh para advokat dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dari bagian timur tampak hadir di antaranya Advokat Pieter Wellikin, SH (Papua Barat), Advokat M. Nur Saleh, SH (Maluku), Advokat Adnan Buyung Azis (Makassar) dan Advokat Kamaluddin Rewa. Dari bagian tengah hadir Advokat Akhmad Rohidi (Kalimantan Selatan), Advokat La Rumaja (Kalimantan Timur), Advokat Mahyudin (Kalimantan Tengah) dan Advokat Rafael (Kalimantan Barat).

Adapun advokat yang berasal dari bagian barat di antaranya Advokat Mustakim Usman (NTB), Advokat Yosua (NTT), Advokat Zaibi Susanto (Jawa Timur), Advokat Sri Ariani (Jawa Tengah), Advokat Agus Prayoga (Jawa Barat) dan Advokat Hepni Tamim (Banten). Tak ketinggalan pula dari Pulau Sumatera seperti Advokat Oktonoventa (Lampung), Advokat Erwin Haris (Palembang), Advokat Mayzarwin (Jambi), Advokat Rio Saputra (Bengkulu), Advokat Munizaryati (Kepri), Advokat Muharnis (Padang).